ARTIKEL

Shell out your extra time wisely, executing anything you LIKE. Gurus at our posting provider will ready your very first unique papers associated with any academic point and convey with time. online paper writer

 

UTTP (Ukuran,Takaran, Timbangan dan Perlengkapannya)

Alat Ukur adalah Alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kegiatan tersebut.

Metrologi adalah Ilmu pengetahuan tentang pengukuran yg menyangkut semua aspek baik teori maupun terapannya. Kegiatan metrologi meliputi pengukuran, karakter alat ukur, metode pengukuran, dan penafsiran dari hasil pengukurannya. Bidang yang dikelolanya meliputi pengujian, produksi, kalibrasi, dan jaminan mutu.

Metrologi terbagi dalam dua bagian besar yakni metrologi legal dan metrologi teknis. Metrologi legal terbagi dua menjadi metrologi legal perdagangan dan metrologi radiasi nuklir. Metrologi legal perdagangan berada dibawah naungan Departemen Perdagangan yang berwenang melakukan tera dan tera ulang. Sedangkan metrologi teknis dilaksanakan oleh laboratorium kalibrasi.

Metrologi legal didefinisikan sebagai metrologi yang mengelola satuan – satuan ukuran , metode-metode pengukuran dan alat-alat ukur, yang menyangkut persyaratan teknik dan peraturan berdasarkan Undang – undang yang bertujuan melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran.

Tugas Metrologi Legal

  • Pengelolaan satuan ukuran , standar – standar ukuran yang digunakan untuk kegiatan pelayanan metrologi legal di daerah
  • Kegiatan tera dan tera ulang terhadap alat alat ukur takar , timbang dan perlengkapannya ( UTTP ) yang pelaksanaannya didasarkan pada peraturan teknik yang berlaku . untuk memberikan justifikasi yang berupa absah atau tidaknya UTTP.
  • Kegiatan pengawasan dan penyidikan dalam tindak pidana di bidang metrolodi legal , yang meliputi pengawasan UTTP , BDKT dan Satuan Sistem Internasional .
  • Kegiatan penyuluhan di bidang metrologi legal , Kegiatan penyuluhan ini sangat perlu untuk memastikan agar masyarakat lebih memahami dan mengerti  tentang pentingnya metrologi .

PENGERTIAN

Timbangan dikatakan tepat jika sudah di standarisasi artinya sudah dibandingkan dengan standar , Proses standarisasi timbangan inilah yang disebut dengan tera  dan atau tera ulang Terminologi

Tera adalah Menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat UTTP yang belum dipakai;

Tera Ulang adalah Menandai berkala dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat UTTP yang telah ditera.

MANFAAT TERA DAN TERA ULANG

Melaksanakan peraturan perundang undangan ( UUML ) .

Alat ukurnya / Timbangannya terstandarisasi ,

Untuk menjamin bahwa penunjukkan alat ukur tepat , sesuai dengan standar nasional maupun internasional

Untuk menghubungkan hasil pengukuran kita dengan hasil pengukuran lain yang dilakukan di seluruh dunia dan memastikan hasil penunjukannya sesuai dengan hasil pengukuran alat ukur yang lain .

Terciptanya ketelusuran pengukuran / penimbangan .

Salah satu bentuk perawatan terhadap alat ukur agar kondisi alat ukur atau bahan ukur tetap terjaga sesuai dengan spesifikasinya.

Mendukung sistem mutu . ISO 9000 mensyaratkan alat ukur yang terkait dalam produksi harus dijamin mutu keakuratannya. Dan jaminan ini diperoleh dengan  melakukan tera dan tera ulang alat ukur yang digunakan dalam proses produksi .

Memberikan rasa keadilan dalam transaksi perdagangan , sehingga tidak ada yang dirugikan saat digunakan unutuk menentukan ukuran suatu barang .

Menumbuhkan kepercayaan kepada konsumen.

sering terjadi pemakai alat ukur tidak merasakan manfaat langsung  dari kegiatan tera dan tera ulang ini, sehingga enggan melakukan tera dan tera ulang .

1. PROSES TERA / TERA ULANGPEMERIKSAAN

( Petugas Administrasi menerima dan Teknisi memeriksa  bahan dan material alat ukur )

2. PENGUJIAN

( Penera melakukan pengujian pada alat ukur )

3. PEMBUBUHAN TANDA TERA

( Teknisi membubuhkan Cap tanda tera  pada alat ukur)

4. SELESAI

( Petugas Administrasi menyerahkan alat ukur kepada pemilik )

PEMBUBUHAN TANDA TERA PADA UTTP

  • Tanda sah dibubuhkan dan atau dipasang pada alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang disahkan padawaktu ditera atau ditera ulang
  • Tanda batal dibubuhkan pada alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang dibatalkan pada waktu ditera atau ditera ulang ;
  • Tanda jaminan dibubuhkan dan atau dipasang pada bagian­bagian tertentu dari alat-alat ukur, takar, timbang atau perlengkapannya yang sudah disahkan untuk mencegah penukaran dan atau perubahan. ;
  • Tanda daerah dibubuhkan pada alat-alat ukur, takar, timbang atau perlengkapannya,agar dapat diketahui di mana peneraan dilakukan.;
  • Tanda pribadi / pegawai yang berhak dibubuhkan pada alat-alat ukur, takar, timbang atau perlengkapannya,agar dapat diketahui oleh siapa peneraan dilakukan.

BENTUK CAP TANDA TERA

HAK DAN KEWAJIBAN PEMILIK UTTP

Hak Pemilik UTTP  :

  • Hak dijamin kebenarannya
  • Hak atas informasi yang benar
  • Hak untuk didengar pendapatnya
  • Hak untuk dilayani dengan benar, jujur dan tidak diskriminatif

Kewajiban pemilik UTTP  :

  • MENGGUNAKAN UTTP YG BERTANDA TERA SAH
  • MENERA ULANGKAN UTTP YG TELAH DIPERBAIKI
  • MENERA ULANGKAN UTTP YG MENYIMPANG
  • MENGGUNAKAN UTTP SECARA BAIK DAN BENAR

 PENGGOLONGAN UTTP

UTTP yang digolongkan ke dalam UTTP Metrologi Legal yang pemeriksaan, pengujian, peneraan, dan penera-ulangannya serta pengawasannya dilakukan oleh instansi Pemerintah yang ditugasi di bidang pembinaan metrologi legal , di kelompokkan sebagai berikut :

  1. UTTP YANG WAJIB DITERA DAN DITERA ULANG
  2. UTTP YANG DIBEBASKAN DARI TERA ULANG
  3. UTTP YANG DIBEBASKAN DARI TERA DAN TERA ULANG

 UTTP YANG WAJIB DITERA DAN DITERA ULANG adalah uttp yang secara langsung atau tidak langsung digunakan atau disimpan dalam keadaan siap pakai untuk kepertuan menentukan hasil pengukuran, penakaran, atau penimbangan untuk :

  1. kepentingan umum;
  2. usaha;
  3. menyerahkan atau menerima barang;
  4. menentukan pungutan atau upah;
  5. menentukan produk akhir dalam perusahaan;
  6. melaksanakan peraturan perundang-undangan;

UTTP YANG DIBEBASKAN DARI TERA ULANG , adalah UTTP yang digunakan untuk pengawasan (kontrol) di dalam perusahaan atau tempat-tempat yang ditetapkan oleh Menteri, dapat dibebaskan dari tera ulang dan. Untuk memperoleh pembebasan tera ulang, pemilik atau pemakai UTTP yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk olehnya.

UTTP tersebut  harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  • menggunakan satuan Sistem Internasional (SI) dan berdasarkan desimal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981;
  • dibuat dari bahan yang tahan aus, tahan perubahan bentuk, tahan pengaruh cuaca, dan konstruksinya sesuai dengan tujuan penggunaannya, serta menjamin ketahanan sifat ukurnya;
  • dibubuhi tulisan yang cukup jelas sesuai dengan tujuan penggunaannya.
  • harus memenuhi pula syarat teknis yang berlaku .

 

TIPS MEMILIH TIMBANGAN YANG TEPAT

  • Pilih timbangan yang sesuai dengan peruntukkannya .
  • Pilih timbangan yang sudah ditera
  • Perhatikan penimbangan terbesar dan penimbangan terkecil yang dibutuhkan . Misalnya paling banyak menimbang beras 100 kg dan paling kecil 10 kg
  • Tentukan nilai terkecil yang hendak dibedakan dari suatu proses pengukuran/penimbangan yang dilakukan . Misalnya Pada penimbangan beras , jika perbedaan nilai sebesar 100 g pada penimbangan beras sebesar 100 kg dianggap berarti , maka carilah timbangan yang mempunyai nilai skala 100 g .
  • Jadi pilih timbangan yang kapasitas maksimumnya tidak terlalu jauh dengan kebutuhan penimbangan terbesar namun tetap menjangkau kebutuhan penimbangan terkecil dan mempunyai nilai skala yang mampu membaca sesuai kebutuhan dan toleransi penimbangan .
  • Pilih timbangan yang mempunyai ke accuratan dan ke prisisian yang tinggi .

CARA MERAWAT TIMBANGAN YANG TEPAT

  1. Saat timbangan tidak digunakan, pastikan sistem dalam timbangan tidak berfungsi
  2. Letakkan timbangan ditempat yang teduh & aman dari hujan agar bebas dari karat
  3. bersihan secara berkala pisau dan bantalan dengan lap, jangan dengan amplas, agar perbandingan lengannya tetap terjaga
  4. Jika dipindah pindah usahakan tidak merusak pisau-pisau maupun bantalanya .
  5. Gunakan timbangan sesuai peruntukkannya dan sesuai prosedurnya .
  6. Jangan gunakan timbangan melebihi kapasitas timbangnya karena dapat mengakibatkan perubahan perbandingan lengan timbangan

PROSEDUR MENGGUNAKAN TIMBANGAN YANG BAIK :

  1. Pastikan bahwa timbangan sudah bertanda tera sah yang berlaku
  2. Pastikan bahwa komponen timbangan telah terpasang dengan benar dan sempurna
  3. Letakkan timbangan pada tempat yang datar
  4. Mengamati dan memastikan ayunan timbangan berayun dengan teratur
  5. Pastikan pada muatan nol, posisi timbangan dalam keadaan setimbang
  6. letakkan anak timbangan pada bagian tengah lantai muatan
  7. Letakkan barang yang ditimbang pada lantai muatan secara perlahan lahan.
  8. Pindahkan barang dan anak timbangan dari lantai muatan jika penimbangan telah selesai dilakukan
  9. Jangan menimbang dibawah minimum menimbang
  10. Jangan menimbang melebihi kapasitas maksimal

FIRMAN   ALLAH

  • Surat Hud (84) “ Dan kepada penduduk Madyan kami utus saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata : Hai Kaumku, sembahlah Allah, sekali sekali tiada Tuhan bagi mu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi Takaran dan Timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik ( mampu ) dan sesungguhnya aku   khawatir terhadap akan azab hari yang membinasakan ( kiamat) “
  • surat Al Muthafifin 1-3 Allah SWT mengingatkan kembali kepada umat manusia agar  tidak melakukan kecurangan pada Takaran dan Timbangan, surat  Al Muthafifin 1-3 :
  •  “ Celakalah bagi orang orang yang curang, yaitu orang orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila menakar atau menimbang milik orang lain mereka mengu -rangi. Tidakkah orang itu menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari besar yaitu hari ketika manusia berdiri menghadapTuhan semesta alam.”

CONTOH  JENIS TIMBANGAN

1. Timbangan Pocket

Jenis timbangan kecil yang bisa dibawa kemana – mana. Disamping dimensinya kecil juga kapasitas yang disandangnya pun kecil. Biasanya dengan kapasitas 30 kg kebawah.

 

 2. Timbangan Buah

yaitu timbangan manual ini yang biasanya digunakan pedagang buah di pasar – pasar tradisional dan pinggir jalan . skala berat timbangan ini pun terbatas

 

3. Timbangan Digital

Timbangan Digital  biasanya digunakan disupermarket, kita mengenal timbangan digital sebagai alat ukur untuk satuan berat.

 

Bagian-bagiannya :
– Layar Display
– Flat/tempat barang
– Tombol-tombol : Tombol angka, Tombol fungsi   dan Tombol print/label total hasil

Cara Pengoperasiannya :

  • Timbangan Bebek Sediakan timbangan digital.
  • Sediakan barang yang akan ditimbang.
  • Letakan barang pada flat.
  • Masukan kode barang yang akn ditimbang.
  • Tunggu hinga digit angka perhitungan barang berhenti.
  • Perlihatkan berat dan harga barang yang tertera pada layar display kepada konsumen.
  • Tekan tombol print untuk mencetak label barang.
  • Tempelkan label barang pada kemasan barang tersebut

 

4. Timbangan Portable/ Bench Scale

Timbangan ini terpisah antara tempat timbang dan penunjukannya ( Indicator ). Biasanya dihubungkan dengan tiang penyangga.

Kalau dari Pabrikan resmi biasanya ukurannya sudah tertentu semisal : 30 x 40 cm, 45 x 60 cm dll.Sebagian pabrikan timbangan baik dari China, Jepang, Korea, Eropa dan Amerika mengeluarkan produk ini. Karena produk ini sangat banyak peminatnya dari kalangan perusahaan dari bidang industri.

Ukuran kapasitas timbangan ini biasanya antara lain : 6 kg, 15 kg, 30 kg, 60 kg, 100 kg, sampai 300 kg. Timbangan model ini juga bisa dibuat sesuai pesanan sipembeli sendiri dari mulai ukuran maupun kapasitasnya.

 

5. Timbangan Gantung/ Crane Scale/ Hanging Scale

Dinamakan timbangan gantung karena system penimbangannya digantungkan ditimbangan tersebut.
Jadi Timbangan tersebut tidak mempunyai platform tempat timbang.
Beban yang akan ditimbang digantung langsung menarik Loadcell yang sudah menyatu dengan Indicatornya.

 

6. Timbangan Platform/ Floor Scales

Timbangan ini seperti bench scale. Yang membedakan adalah Kapasitasnya lebih besar tidak adanya tiang penyangga. Dimensi tempat timbangpun akan jauh lebih besar.

Biasanya Platform dari floor scale dibuat oleh pabrikan lokal untuk menekan biaya produksinya. Disini floor scale akan benar – benar membebaskan penggunanya untuk menentukan ukuran Platform yang cocok. Ukuran yang biasa dipesan adalah 1 x 1m, 1,2 x 1 m, 1,2 x 1,2 m, 1,5 x 1,5 m dll.

Dinamakan timbangan lantai awal mulanya karena timbangan ini biasanya ditanam dilantai yang dibuat kolam, jadinya timbangan tersebut akan rata dengan lantai.

Biasanya barang yang akan ditimbang di floor Scale ini adalah barang dengan beban berat. Barang tersebut dibawa dengan memakai kereta dorong. Jadi disitu karena timbangan rata dengan lantai maka kereta tinggal disorong ketempat timbang kemudian barang ditaruh ditimbang dan kereta keluar. Timbangan tersebut bisa dibuat dengan memenuhi permintaan pesanan dari sipemakai.

7. Timbangan Tahan Air (Waterproof)

Seperti timbangan-timbangan elektronik yang lainnya. Timbangan waterproof memiliki kelebihan akan adanya ketahanan terhadap lingkungan yang berair dan lembab.
Timbangan ini biasanya dipakai untuk Industri Ikan atau hewan yang hidup diair. Lingkungan yang dingin, lembab dan cenderung basah akan mengakibatkan timbangan biasa tidak bisa bertahan.
Pada produk timbangan waterproof tertentu malah ada yang mengklaim bisa tahan tidak rusak walaupun direndam dalam air sekalipun.

 

 8. Timbangan Harga Retail ( Retail Computing Scale )

Timbangan ini biasanya dipakai untuk menimbang buah, oleh-oleh, makanan kecil, permen, daging dll. Biasanya dipakai oleh Toko Buah, Oleh-oleh, Supermarket, Minimarket dll.

Timbangan tersebut dilengkapi dengan 3 buah display antara lain : display untuk penunjukan berat, display untuk harga perkilo barang yang ditimbang dan display untuk total harga.
Timbangan jenis ini juga ada yang memiliki berbagai fitur yang lengkap. Antara lain :
Memiliki memory yang besar hingga bisa menyimpan PLU sampai 3000. Itu artinya timbangan tersebut bisa memuat data barang dan harganya sampai 3000 item.

 

9. Timbangan Penghitung Satuan (Counting Scale)


Timbangan ini berfungsi untuk menghitung barang – barang kecil yang bila dilakukan akan memakan waktu. Semisal Baut dan Mur, Kancing, Tablet obat dll.

Kerja timbangan ini adalah dengan menimbangkan sample dulu ketimbangan.

Semisal 10 biji kancing. Selanjutnya berat kancing itu akan disimpan didalam memori timbangan itu untuk jumlah 10 kancing. Setelah itu berapapun kancing yang dimasukan kedalam timbangan akan bisa dihitung berat dan jumlahnya oleh timbangan tersebut.

 

10. Timbangan Kadar Air (Moisture Balance)

Timbangan tersebut sangatlah unik yaitu bisa mengeluarkan panas.
Jadi kegunaan timbangan tersebut adalah untuk mengetahui seberapa banyak kadar air yang tersembunyi dalam setiap barang yang ditest.
Cara kerja timbangan tersebut adalah sebagai berikut : Barang yang akan ditest kadar airnya ditimbang terlebih dahulu. Setelah didapat beratnya kemudian barang tersebut dipanaskan oleh system pemanas dari timbangan. Setelah dipanasi kemudian barang tersebut ditimbang lagi. Perbandingan antara berat barang yang basah / belum dipanasi dengan barang yang sudah kering setelah dipanasi itulah yang menjdi pengukuran kadar airnya.

 

11. Timbangan Hybrit

yaitu timbangan yang cara kerjanya merupakan perpaduan antara timbangan manual dan digital. Timbangan Hybrid ini biasa digunakan untuk lokasi penimbangan yang tidak ada aliran listrik. Timbangan Hybrid menggunakan display digital tetapi bagian paltform menggunakan plat mekanik.

 

12.Timbangan bebek :

  

Timbangan bebek biasanya digunakan di warung untuk toko-toko  untuk
menimbang seperti : beras, gula, telur, minyak goreng, dll.

 

Bagian-bagian :      

  • Tempat/wadah barang
  • Badan timbangan

Satuan penghitung (bandul pemberat),ukurannya :
–  ½ ons                     –  ½ kg
–  1 ons                      –  1 kg
–  2 ons                      –  2 kg

Cara Pengoperasianya :

  • Sediakan timbangan bebek yang akan digunakan Sediakan barang yang hendak ditimbang.
  • Sediakan alat pembungkus barang.
  • Letakan pemberat pada tempat beban.
  • Pastikan barang lebih berat dibandingkan pemberat.
  • Apabila barang terlalu berat maka kurangi massa barang tersebut.
  • Namun apabila pemberat lebih berat maka tambah massa barang.
  • Memberikan kesempatan.
  • Kemas barang yang telah selesai kepada konsumen untuk mengetahui hasil timbangan  ditimbang dengan benar dan rapi.
  • Sebutkan nominal uang yang harus dibayar oleh pembeli.
  • Ucapkan terimakasih apabila transaksi telah selesai.

 

13. Timbangan Jarum

Timbangan yang menggunakan jarum dan biasanya digunakan untuk menimbang berat badan dan sebagai takaran saat kita akan membuat kue/roti.
Timbangan jarum juga dapat digunakan di warung atau toko untuk menimbang telur, gula, dsb dalam skala berat terbatas. Pada timbangan jarum tidak menggunakan pemberat namun menggunakan jarum yang akan berputar kearah angka yang menunjukan berat barang tersebut

Bagian-bagiannya :

  • Tempat/Wadah barang.
  • Jarum skala yang menunjukan berat barang yang ditimbang (Jarum skala yang akan berputar kearah angka yang menunjukan berat barang).

Prosedur pengoperasian :

  • Sediakan timbangan jarum yang akan digunakan.
  • Sediakan barang yang hendak ditimbang.
  • Sediakan alat pembungkus barang.
  • Lihat perputaran jarum yang menunjukan massa barang.
  • Lebihkan berat barang sedikit.
  • Apabila barang terlalu berat maka kurangi massa barang tersebut.
  • Namun apabila barang terlalu ringan maka tambah massa barang.
  • Memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengetahui hasil timbangan.
  • Kemas barang yang telah selesai ditimbang dengan benar dan rapi.
  • Sebutkan nominal uang yang harus dibayar oleh pembeli.

 

14. Timbangan Badan

yaitu timbangan yang digunakan untuk mengukur berat badan. Contoh timbangan ini adalah : timbangan bayi, timbangan badan anak dan dewasa, timbangan badan digital.

 

sumber : blogspot.com

Reduced amount essay creating remedies site supply major specialised essay information composed by strongly accredited freelance writers at moderately priced charges pay for essay